Kanker serviks salah salah satu  dari kanker yang menyerang wanita dan wajib untuk diwaspadai. Hal ini dikarenakan kanker serviks bisa menyerang perempuan di dunia dan dua menit sekali menyebabkan kematian. Faktanya di Indonesia sebanyak 37 perempuan meninggal setiap harinya akibat kanker serviks. Kanker serviks yang terjadi pada bagian mulut rahim bisa berkembang selama puluhan tahun di dalam tubuh perempuan tanpa menimbulkan gejala yang dikenali. Hal inilah yang menyebabkan kanker serviks baru diketahui setelah memasuki stadium lanjut dan akhirnya sulit disembuhkan. Oleh karena itu, diperlukan penanganan awal untuk membantu meminimalkan risiko kanker serviks. Kanker serviks atau kanker leher rahim ataupun disebut kanker mulut rahim merupakan ancaman yang berbahaya pada perempuan. Kanker ini terjadi pada bagian reproduksi perempuan. Kemudian, leher rahim itu sendiri berada di bagian yang sempit di antara rahim dan vagina, sehingga perempuan penderita kanker serviks mengalami kondisi abnormal pada bagian tersebut. Munculnya kanker serviks seakan tidak menunjukan tanda atau gejala, sehingga penderita umumnya tidak pernah menyangka bahwa dirinya

telah terinfeksi. Kanker serviks sangat membahayakan, bahkan ditemukan dari 8000 kasus yang terjadi berakhir pada kematian. Penyebab Kanker Serviks Human papilloma virus (HPV) merupakan penyebab utama kanker serviks yang menyerang leher rahim. HPV bisa menyerang perempuan maupun laki-laki, sehingga menyebabkan tumbuhnya kutil pada alat kelamin yang bernama kondiloma akuminatum. Bila sistem kekebalan tubuh kuat, maka HPV akan hilang dengan sendirinya, sementara pada kanker serviks terjadi bila mengalami infeksi yang sulit sembuh dalam waktu lama. Kanker serviks sangat mudah disebarkan melalui hubungan seksual. Penyebab terjadinya kanker serviks sangat berisiko bila melakukan hubungan seks dibawah umur, berganti-ganti pasangan hubungan seks atau berhubungan seks dengan laki-laki yang suka berganti ganti pasangan, bahkan bisa juga dikarenakan riwayat keluarga yang mengidap kanker. Apabila seseorang terinfeksi virus HPV kemudian menyentuh daerah genital, maka virus akan berpindah dan menginfeksi daerah leher rahim. Selain itu, penularan virus HPV juga bisa dari closet WC yang terkontaminasi virus, sehingga memungkin penderita yang telah terinfeksi HPV menularkan melalui closet WC ke daerah…

Pembalut menjadi teman akrab saat perempuan sedang menstruasi. Penggunaan pembalut berfungsi menyerap darah yang berasal dari Miss V ketika menstruasi, setelah melahirkan atau bisa juga sesudah pembedahan. Pada awalnya banyak cara untuk menahan darah dari area Miss V. Hal ini terbukti dari catatan sejarah pada abad ke 10, banyak benda yang bisa digunakan seperti penggunaan celemek, kulit kelinci, termasuk juga potongan kain tua. Pembalut awalnya bersifat permanen, namun seiring perkembangan zaman berubah menjadi pembalut sekali pakai yang dimulai pada tahun 1980an sampai sekarang. Meskipun pembalut kain sudah kembali marak di tahun 1990an, sebab banyak yang merasakan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan lingkungan, sehingga menyesuaikan dengan aktifitas. Kini berbagai macam produk pembalut sekali pakai telah marak dipasaran. Datangnya bahaya dari infeksi kanker serviks bisa timbul justru berasal dari bahan-bahan kimia yang terdapat pada pembalut. dr. Boyke menyatakan bahwa kandungan pemutih maupun pewangi buatan pada pembalut dikhawatirkan akan berlanjut pada alergi dan memicu timbulnya keputihan abnormal, serta

infeksi atau juga radang. Bahan baku pembalut yang beredar di pasaran dan sering digunakan perempuan tidak 100 % terbuat dari kapas. Biasanya dicampur dengan serbuk kayu (pulp) yang didaur ulang, sehingga bisa menghemat produksi. Padahal bahan baku campuran tersebut dikhawatirkan akan memicu timbulnya bakteri juga kuman yang menyebabkan bau dan gatal pada daerah kewanitaan. Selain itu, ada juga pencampuran zat kimia seperti DIOXIN untuk proses pemutihan yang memicu reaksi alergi bagi pengguna yang tidak cocok. Fakta menunjukan bahwa ternyata pembalut yang bersentuhan secara langsung dengan kulit Miss V terdapat bakteri berbahay sekitar  107 dalam setiap 1 cm2. Hal ini tentu saja akan menyebabkan perkembangan bakteri maupun virus, apalagi bila digunakan dalam 2 jam secara terus menerus. Tidak menutup kemungkinan termasuk virus papilloma manusia penyebab kanker serviks bisa berkembang. Oleh karena itu, perempuan harus bisa mengenali pembalut yang aman untuk digunakan, sehingga bisa mencegah kanker serviks. Hal ini mengingat penggunaan pembalut hampir setiap bulan mengikuti siklus menstruasi, maka sebaiknya memiliki waktu kadaluarsa supaya aman…

Kanker serviks sangat mengancam kaum perempuan karena tidak melihat usia dan sampai menyebabkan kematian. Kanker serviks menyerang organ reproduksi perempuan, yaitu pintu masuk ke dalam rahim. Kanker serviks sekitar 97% disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) dan virus ini sangat mudah berpindah. Perjalanan dari infeksi HPV membutuhkan waktu yang cukup lama, sekitar 10 sampai 20 tahun, namun penderita terkadang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi virus kanker serviks. Oleh sebab itu, sudah semestinya tanda dari munculnya HPV harus diwaspadai karena bisa menginfeksi tubuh tanpa disadari. Salah satu tanda yang termasuk harus diwaspadai yaitu rasa nyeri ketika buang air kecil, meskipun tidak selamanya mengindikasikan adanya infeksi mikroorganisme di dalam tubuh yang akan menyebabkan kanker serviks. Namun, apabila mengalami nyeri ketika buang air kecil yang disertai juga pendarahan abnormal pada organ kewanitaan dan berlangsung lama, maka besar kemungkinan tanda kanker serviks. Tanda yang lainnya bisa juga sering ditemukan flek atau cairan yang berlebihan pada celana dalam sebelum buang air kecil.

Cairan tersebut merupakan tanda keputihan abnormal. Selain itu, mengalami kesakitan ketika melakukan hubungan intim, bahkan sering terjadi pendarahan pada kasus yang lebih parah. Pemeriksaaan kesehatan ke dokter perlu dilakukan, sehingga bisa mengetahui rasa nyeri ketika buang air kecil tanda kanker serviks atau gangguan kesehatan lainnya. Pada tahap awal, pemeriksaan screening dilakukan dengan tes pap untuk mendapatkan informasi tentang sel abnormal yang menjadi pemicu dari berkembangnya kanker serviks. Kemudian bagi yang berusia lebih dari 30 tahun, maka pemeriksaan melalui tes DNA HPV juga diikutsertakan. Apabila sel abnormal ditunjukan dari hasil tes yang dilakukan, maka bisa saja berkembang menjadi kanker serviks sehingga dokter akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tujuannya untuk mengetahui stadium kanker serviks sehingga membantu dalam menentukan penanganan medis yang tepat. Pencegahan kanker serviks bisa dilakukan, meskipun tanda awal terinfeksi sulit untuk dibedakan. Beberapa cara pencegahan kanker serviks berikut bisa dilakukan, diantaranya yaitu :   Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) Vaksinasi human papilloma virus (HPV) bisa dilakukan sebelum perempuan aktif secara seksual. Meskipun…

Menstruasi yang dialami perempuan merupakan salah satu proses alamiah tubuh. Siklus menstruasi yang normal akan berlangsung 21-35 hari, sehingga lama menstruasi sekitar 5-7 hari dan jumlah darah yang keluar tidak melebihi 80 ml. Kondisi menstruasi abnormal ditandai dengan adanya perbedaan ekstrim pada volume darah yang keluar dan terjadi pada rentan siklus yang lebih pendek ataupun lebih panjang. Menstruasi tidak teratur tersebut mungkin saja tanda bahwa kesehatan tubuh terganggu. Namun, benarkah ketidakteraturan menstruasi berhubungan dengan gejala kanker serviks? Kanker serviks merupakan salah satu kanker yang mengancam perempuan bahkan hingga menyebabkan kematian. Kanker serviks menyerang tanpa menimbulkan gejala awal, sehingga umumnya baru diketahui setelah penderita memasuki stadium lanjut. Menstruasi yang Tidak Teratur Perempuan yang mengalami menstruasi tidak teratur maupun tidak lancar umumnya banyak faktor penyebabnya. Misalkan seorang perempuan mengalami kelelahan atau stres, sehingga menstruasi menjadi tidak teratur. Namun, bagaimana bila menstruasi tidak teratur terus berlanjut dalam jangka panjang? Beberapa penyebab perempuan mengalami menstruasi yang tidak teratur, diantaranya yaitu : Polycystic Ovaries

(PCO) Perempuan yang mempunyai kista pada rahim akan menyebabkan kesuburannya terganggu. Salah satu gejalanya mengalami menstruasi yang jarang dan jumlah darahnya sedikit. Pada kondisi yang berlangsung lama, penderita terkadang mengalami pendarahan. Solusinya bisa dilakukan operasi dan pengobatan dalam jangka waktu yang panjang. Kista Kista ovarium merupakan kista atau tumor jinak yang biasanya menyerang perempuan. Kista ini akan menyebabkan gangguan menstruasi pada penderita. Ada juga yang mengalami siklus menstruasi terlambat akibat kista folikel. Menstruasi yang disertai rasa nyeri setiap kali datang bulan, maka ada kemungkinan kista membesar. Kondisi seperti ini harus segera diperiksakan ke ahli medis. Polip Salah satu gejala polip yaitu mengalami jumlah darah menstruasi yang lebih banyak meski siklus menstruasinya teratur. Selain itu, mengalami pendarahan setelah melakukan hubungan suami istri juga bisa menjadi tanda terjadinya polip. Tindakan harus segera dilakukan dengan berkonsultasi dan pemeriksaan ke dokter untuk memastikan kondisi kesehatannya. Kanker Kanker rahim bisa diawali dengan siklus menstruasi yang jarang, sementara pada penderita kanker rahim stadium lanjut akan mengalami pendarahan…

Kanker serviks merupakan kanker ganas yang sangat mengancam kaum perempuan. Pencegahan kanker serviks sering diabaikan karena penderita tidak begitu mengetahui gejala awalnya. Meskipun demikian pencegahan dini semestinya tetap harus dilakukan karena akan mengurangi risiko terserang kanker serviks. Hasil survei telah menunjukan bahwa perempuan yang terinfeki oleh virus papiloma  manusia yang baru memeriksakan diri setelah memasuki stadium 3 yang kondisinya sudah parah, dimana penderita mengalami kerusakan organ-organ di dalam tubuhnya. Pola kehidupan sehari-hari tidak menutup kemungkinan memicu risiko kanker serviks. Beberapa langkah pencegahan kanker serviks bisa dilakukan dengan cara berikut : Imunisasi vaksin kanker serviks Keganasan dari kanker serviks bisa menyerang perempuan tanpa pandang usia. Vaksin kanker serviks bisa diberikan pada rentan usia 11-26 tahun. Vaksinasi hanya dilakukan untuk pencegahan bukan pengobatan. Ketentuan pemberian vaksin pada bulan 0, 1 dan bulan ke 6. Bagi seseorang yang mempunyai riwayat pernah terinfesi oleh virus papiloma manusia, maka vaksinasi dapat diberikan dengan efektifitas yang kurang. Vaksinasi bisa dilakukan di dokter

kandungan. Mendeteksi dengan Pap Smear Pap smear atau disebut tes papaniculou merupakan metode skrining yang bertujuang untuk mendeteksi adanya kanker serviks. Pengetesan ini telah terbukti bisa mendeteksi secara dini terjadinya infeksi virus penyebab kanker serviks, sehingga risiko terkena kanker serviks berkurang dan mampu memperbaiki prognosis. Anjuran pencegahan sejak dini, pap smear bisa dilakukan setahun sekali untuk perempuan yang berusia 35 tahun keatas, memiliki riwayat infeksi HPV, dan pengguna pil kontrasepsi. Hasil pap smear akan didapatkan setelah dilakukan pengambilan sel permukaan serviks dengan memakai spatula, yang selanjutnya diproses oleh dokter ahli patologi. Apabila hasil tes menunjukan tidak normal atau setelah pengobatan prekanker, maka pap smear harus dilakukan sesering mungkin. Dalam melakukan pap smear, sebaiknya memperhatikan ketentuannya untuk mendapatkan hasil akurat, diantaranya yaitu : Pap smear dilakukan pada 14 hari sesudah hari haid yang pertama. Sebelum dilakukan pemeriksaan sebaiknya tidak memakai obat atau herbal yang digunakan untuk mencuci alat kewanitaan. Dianjurkan untuk tidak berhubungan badan (senggama) selama 24 jam sebelum pemeriksaan. Penderita sesudah persalinan disarankan dating…

Kanker serviks merupakan kanker yang bisa menyebabkan kematian, terutama banyak terjadi pada perempuan di Indonesia. Ditemukan sekitar 80% kanker serviks terjadi pada wanita pada negara yang sedang berkembang. Hal ini bisa saja dikarenakan kurangnya kesajahteraan penduduk juga pengetahuan dan wawasan masyarakat tentang kanker serviks. Berdasarkan data dari Departemen Kesehatan, di Indonesia ditemukan ada 90 sampai 100 kasus kanker serviks per 100.000 penduduk setiap satu tahun. Kanker serviks ini menyerang setiap golongan tanpa pandang usia, ras maupun latar belakang. Tingginya penyebaran kasus kanker serviks dikarenakan akses skrining dan pengobatan yang terbatas, sehingga banyak dari penderita kanker serviks yang datang untuk melakukan pengobatan sudah terserang kanker serviks yang kondisinya kritis. Dalam menyikapi kondisi ini, pemerintah seharusnya mampu mensosialisasikan kanker serviks, sehingga masyarakat Indonesia khususnya kaum perempuan memahami apa itu kanker serviks dan ciri-ciri umumnya. Dengan begitu menjadi lebih waspada dan segera mencari solusinya bila tanda-tandanya sudah terkenali. Apabila kanker telah memasuki tahap serius, maka penyembuhannya akan sulit dilakukan dan justru

bisa menyerang organ tubuh penderitanya. Ciri-ciri kanker serviks berikut perlu dikenali sehingga bisa dijadikan petunjuk adanya infeksi yang disebabkan oleh HPV, diantaranya yaitu : Daerah kewanitaan terasa sakit pada saat melakukan hubungan suami istri dan disertai juga dengan adanya pendarahan. Hal ini perlu diwaspadai karena kemungkinan ada infeksi pada area kewanitaan yang menyebabkan virus telah menginfeksi alat reproduksi. Sering merasakan sakit yang tidak wajar di sekitar panggul. Mengalami keputihan yang tidak normal, seperti debitnya yang berlebihan, disertai darah, berbau tidak sedap, timbulnya rasa gatal di area kewanitaan dan bahkan sangat mengganggu. Terjadi pembengkakan pada paha, nafsu makan anda berkurang, fluktuasi berat badan tidak stabil, nyeri ketika buang air kecil, disertai adanya pendarahan yang tiba-tiba (biasanya ini terjadi pada kanker serviks yang sudah mesuk kategori stadium lanjut). Human papilloma virus (HPV) merupakan penyebab kanker serviks. Infeksi virus ini membutuhkan waktu yang lama untuk bisa berkembang menjadi kanker serviks, yaitu sekitar 10-20 tahun. Oleh karena itu, kaum perempuan sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan  medis…

Kanker serviks merupakan tumor ganas yang sering menyerang kaum perempuan. Jenis kanker ini sangat mengancam kesehatan bahkan hingga menyebabkan kematian. Kanker serviks sangat sulit dideteksi dini, sehingga penderita yang ditemukan telah mengalami stadium lanjut. HPV merupakan penyebab utama kanker serviks. Penularan virus HPV melalui hubungan intim yang berganti-ganti pasangan. Meskipun demikian kanker serviks juga sering dihubungkan dengan faktor lingkungan, terutama pola hidup yang tidak sehat. Pengobatan kanker serviks umumnya dibedakan sesuai tahapan penyebaran sel kanker yang dikenal dengan istilah stadium. Pada perkembangannnya perempuan yang terinfeksi kanker serviks, maka bisa dibedakan menjadi stadium awal (stadium 0-1), stadium lanjut (stadium 2-3), dan stadium akhir (stadium 4). Sulit Mendeteksi Gejala Kanker Serviks Kanker serviks berhubungan dengan infeksi HPV pada leher serviks perempuan. Iinfeksi HPV yang bertahan di dalam tubuh yang akan berkembang menjadi sel kanker. Meskipun sebagian infeksi HPV bisa sembuh dengan sendirinya karena kekebalan tubuh yang mampu menyerang virus tersebut. Perkembangan sel kanker yang terjadi pada serviks (leher rahim) memerlukan waktu

yang cukup panjang. Hal inilah yang melatarbelakangi sel kanker baru ditemukan umumnya pada perempuan yang usianya 35-50 tahun. Penderita yang terinfeksi virus tidak menunjukan gangguan kesehatan yang spesifik, sehingga sulit untuk dideteksi sedini mungkin. Hal inilah yang menyebabkan kanker serviks diberikan julukan sebagai the silent killer. Namun, beberapa gejala pada stadium lanjut bisa diketahui dengan adanya perubahan kondisi pada penderita. Kondisi tubuh yang mengalami perubahan ketika terinfeksi HPV, diantaranya yaitu : Contact Bleeding Gejala ini sering dialami penderita kanker serviks, bahkan mencapai 70-80 % dari perempuan penderita mengalami pendarahan pada alat kelaminnya. Kondisi pendarahan juga bisa terjadi setelah melakukan hubungan intim, mengedan pada saat buang air besar dan pemeriksaan ginekologi. Rasa Nyeri Rasa nyeri pada perut bagian bawah dan pinggang akan dialami perempuan yang terinfeksi HPV. Bahkan rasa sakit bisa berpindah dari bagian atas, bagian panggul dan kaki bagian atas. Selain itu, rasa sakit semakin parah pada saat menstruasi, buang air besar atau ketika melakukan hubungan intim. Kondisi yang semakin parah…

Kanker serviks adalah kanker yang ganas dan menyerang serviks atau leher rahim, di mana sel pada area serviks  (lehar rahim) menjadi tidak normal dan akhirnya menyerang tubuh penderita. Kondisi perempuan yang menderita kanker serviks sama seperti orang sehat karena umumnya tidak mengalami gejala apapun. Hal ini disebabkan adanya sel kanker yang menginfeksi pada rentang waktu yang cukup lama, sehingga barulah ditemukan sebuah keluhan setelah terinfeksi selama kurang lebih 15-20 tahun. Penderita kanker yang terdeteksi pada stadium lanjut atau bahkan pada stadium akhir, maka tindakan yang diberikan berbeda-beda. Hal inilah yang mendasari penting untuk mengetahui stadium kanker serviks dan dijadikan sebagai salah satu upaya untuk menentukan tindakan pengobatan yang tepat juga mengetahui sejauh mana penyebaran sel kanker di dalam tubuh penderita. Kanker Serviks Mengancam Wanita Indonesia Penularan kanker serviks sangat mudah melalui hubungan intim yang berganti-ganti pasangan. Risiko akan semakin tinggi bila perempuan menjalani pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan mengkonsumsi alkohol. Penyebab lainnya seperti genetik juga

bisa mempengaruhi meskipun presentasinya kecil. Jumlah penderita penyakit ini di Indonesia tergolong tinggi karena semakin bertambah dari hari ke hari. Penderita kanker serviks yang ditemukan ada 40 perempuan Indonesia dalam satu hari atau sekitar 15.000 perempuan dalam satu tahunnya. Umumnya perempuan yang menderita kanker serviks baru terdeteksi pada stadium lanjut, sehingga pengobatan yang dilakukan hanya mempunyai pengaruh sedikit saja. Sebesar 55% dari penderita kanker serviks atau bisa dikatakan kurang dari 8000 penderita berakhir pada kematian. Berdasarkan anatomi rahim perempuan, leher serviks merupakan bagian bawah uterus dan rahim sendiri memiliki dua bagian yaitu bagian atas dan bawah. Pada rahim bagian atas dikenal dengan tubuh rahim yaitu tempat janin. Sementara leher rahim yaitu bagian rahim bawah yang merupakan tubuh rahim perempuan yang dikenal dengan sebutan jalan lahir. Pada kanker serviks dikenal dua jenis yang paling umum yaitu karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma. Sebenarnya ada juga jenis lainnya seperti melanoma, limfoma dan sarkoma, namun kemungkinan terjadi pada bagian tubuh yang lainnya. Stadium Kanker Serviks Kanker…

Pada umumnya kanker serviks yang didiagnosis memasuki stadium IV karena terdeteksi dari pemeriksaan panggul abnormal atau gejala yang dihasilkan oleh kanker pasien. Setelah melalui evaluasi pemeriksaan, kanker stadium IV dikatakan ada bila kanker telah melampaui serviks yang menyebar ke organ lain yang dekat, seperti menyerang kandung kemih atau rektum (tahap IVA), atau ke lokasi yang jauh dalam tubuh yang mungkin termasuk tulang, paru-paru atau hati (stadium IVB). Pasien kanker serviks pada tahap ini seringnya sulit untuk diobati, sehingga hanya sebagian kecil yang bisa sembuh. Keputusan pasien menerima pengobatan kanker dipengaruhi berbagai faktor. Kemungkinan menerima pengobatan kanker bertujuan untuk memperbaiki gejala dengan kontrol lokal pada kanker, ini akan meningkatkan kesempatan pasien dalam kesembuhannya, atau juga untuk menambah panjang kelangsungan hidup dari pasien. Potensi manfaat dan resiko menerima pengobatan kanker harus lebih berhati-hati dan seimbang. Gambaran umum dari pengobatan stadium IV kanker serviks bisa mempengaruhi prinsip-prinsip pengobatan yang umum diterapkan untuk penderita. Pengobatan baru yang dikembangkan kebanyakan dalam uji klinis. Studi uji

klinis mengevaluasi efektivitas obat baru atau strategi pengobatan. Perkembangan dari pengobatan kanker yang lebih efektif mensyaratkan bahwa terapi baru dan inovatif dilakukan evaluasi dengan pasien kanker. Partisipasi dalam uji klinis mungkin memberikan penawaran akses ke pengobatan yang lebih baik dan memajukan pengetahuan yang ada mengenai pengobatan kanker ini. Uji klinis yang tersedia diperuntukan sebagian besar untuk mengetahui tahapan dari kanker tersebut. Pasien yang mempunyai ketertarikan untuk berpartisipasi dalam uji klinis, terlebih dahulu harus mendiskusikan risiko dan manfaat dari uji klinis tersebut dengan dokter yang telah menanganinya. Tujuannya untuk memastikan bahwa penderita bisa menjalani pengobatan dengan semestinya. Pasien yang didiagnosis menderita kanker serviks stadium IV terbagi menjadi dua kategori. Pasien yang mempunyai penyakit dan terbatas secara lokal, tetapi melibatkan organ lain yang berdekatan panggul, seperti rektum dan kandung kemih. Kondisi tersebut merupakan kondisi lokal stadium IVA kanker serviks. Kemudian, pasien lainnya memiliki penyakit yang telah menyebar ke organ jauh dan paling sering tulang, paru-paru atau hati. Kondisi ini memiliki stadium metastasis…

Kanker serviks merupakan kanker ganas yang muncul pada daerah leher rahim, organ genital perempuan. Leher rahim berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dan vagina. Semua perempuan pada usia berapapun memungkinkan menderita kanker serviks, namun kecenderung an mempengaruhi di rentan usia 30-40 tahun yang aktif secara seksual. Pada umumnya gejala kanker serviks ditandai dengan terjadinya pendarahan pada organ genital setelah hubungan intim di luar masa menstruasi. Meskipun begitu, bukan berarti Anda yang mengalaminya dinyatakan menderita kanker serviks, sehiegga disarankan untuk berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui apa penyebab kondisi tersebut. Kanker serviks stadium 3 Kondisi yang sangat berat harus diterima penderita kanker serviks stadium 3 karena kanker sudah menyebar ke area vagina pada bagian bawah. Untuk beberapa kasus tertentu ada juga yang telah ditemukan pada bagian kelenjar getah bening di daerah organ leher rahim dan organ tubuh lainnya. Umumnya kasus kanker serviks stadium 3 banyak ditemukan pada wanita yang tak pernah menjalani pemeriksaan Pap Smear. Perlu diketahui bahwa penyakit ini

sudah menyerang dan menginfeksi banyak organ reproduksi yang sangat penting dan daerah di sekitarnya, akan tetapi tanpa menampakan gejala yang mudah dikenali. Ada dua katagori pada kanker serviks stadium 3, yaitu: Stadium 3A Kanker serviks stadium 3A hanya menyebar ke area di bagian genital wanita paling bawah. Meskipun telah menyebar ke bagian jaringan yang lain di sekitar vagina, namun penyakit ini tidak sampai menyebabkan terjadinya penyebaran pada daerah panggul. Stadium 3B Kanker serviks untuk kategori stadium 3B ini, biasanya sudan menyebar dan menyerang ke saluran urin. Dalam hal ini, penyebaran kanker juga bisa menjangkau di sekitar daerah kelenjar getah bening pada daerah organ reproduksi maupun organ tubuh yang lainnya. Apabila dilakukan pemeriksaan urin pada penderita kanker stadium 3B, maka biasanya menunjukkan indikasi masalah yang serius pada ginjal. Penyebab Kanker Serviks Kanker serviks dimulai dari sel-sel yang sehat mengalami perubahan DNAnya atau terjadi mutasi genetik yang merubah sel yang normal menjadi sebuah sel yang abnormal. Sel normal mengalami pertumbuhan dan berkembang biak pada…